+62 858 9024 4000 info@larealit.com

Metode Sentra di Indonesia pada awalnya diinisiasi oleh Sekolah Al-Falah yang ada di Ciracas, Jakarta Timur. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1996 ini adalah yang pertama kali mengadopsi metode sentra dari negara asalnya yaitu Amerika Serikat.

Metode sentra merupakan istilah bahasa Indonesia dari BCCT (Beyond Centers and Circle Time) yang digagas oleh Pamela C Phelps, Ph.D dari Amerika Serikat. Pada awalnya disebut “senling” singkatan dari sentra dan lingkaran tapi kemudian lebih akrab disebut dengan sentra atau metode sentra.

Adalah drg. Wismiarti sebagai pendiri Sekolah Al-Falah awalnya mencoba melakukan studi banding mengenai pendidikan ke beberapa sekolah di berbagai negara seperti Australia, Eropa dan Amerika Serikat. Ketika beliau sampai di sebuah sekolah bernama Creative School yang berada di Tallahassee, Florida, Amerika Serikat, Wismiarti sangat tertarik dengan metode yang diajarkan di sekolah itu.

Ketertarikannya dengan metode di sekolah itu diajarkan nilai-nilai mulia dan luhur sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Quran di antaranya hormat, rajin, tanggung jawab, jujur disiplin dan lain-lain. Hal-hal positif itu dibangun melalui program harian atau daily activities yang dilakukan oleh para guru dan murid di Creative School.

Untuk mengejawantahkan ketertarikannya, Wismiarti kemudian mengirim enam orang guru dari Sekolah Al-Falah untuk mengikuti pelatihan di Creative School tersebut. Awalnya tahun 1996 dikirim tiga orang ke Amerika Serikat, mereka adalah: Siti Khadijah, Tjutju Herawati dan Nibras OR Salim. Kemudian tahun 1997 dikirim lagi tiga orang guru yaitu: Martini Saleh, Betty Sumartini dan Budhi Priatni.

Kemudian Pamela Phelps, PhD selaku pemilik Creative School sekaligus pengagas metode sentra mengirimkan salah seorang staffnya ke Indonesia untuk membantu mendirikan sekolah Al-Falah. Dengan membawa banyak buku sebagai bahan rujukan, selama setahun berikutnya enam orang guru beserta seorang staff dari Creative School tersebut menggodok kurikulum dan praktik langsung dengan empat orang murid yang adalah anak-anak dari para guru tersebut.

Setelah uji coba dengan penuh kehati-hatian dirasa cukup berhasil maka Sekolah Al-Falah kemudian membuka kelas untuk umum.

Saat melakukan kunjungan ke Sekolah Al-Falah, Dr. Fasli Jalal, PhD yang pada tahun 1998 menjabat sebagai Staf ahli menteri di Departemen Pendidikan Nasional menyatakan tertarik dengan metode sentra yang diterapkan di Sekolah Al-Falah. Pada tahun 2000, Pamela Phelps yang sudah menjadi konsultan di Sekolah Al-Falah pun diajak menjadi konsultan di Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka memasyarakatkan model BCCT (Beyond Centers and Circle Time) di Indonesia.

Kemudian tahun 2002 Direktorat pusat PAUD menggandeng Sekolah Al-Falah untuk menerjemahkan bahan materi BCCT. Nadine Hoover (konsultan), Wismiarti, dan dua orang staff dari Sekolah Al-Falah bekerja sama selama setahun menerjemahkan bahan dan saling transfer ilmu untuk membuat materi yang akan dijadikan sebagai bahan pelatihan tentang penerapan metode sentra.

Tahun 2004 Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan sekolah Al-Falah menyelenggarakan pelatihan instruktur (Training of Trainers) dalam rangka penyebaran metode sentra ke seluruh Indonesia. Pamela Phelps, PhD memberikan secara langsung pelatihan kepada 50 orang peserta. Dari peserta tersebut, terpilih 20 orang yang menjadi trainer untuk menyebarkan sistem/metode sentra ini ke seluruh Indonesia.

Demikian lah, secara bertahap metode sentra ini disebarkan melalui pelatihan-pelatihan lanjutan yang dilakukan oleh pemerintah melalui beragam training berkala.

Sekolah Lare Alit pun menggunakan metode sentra ini sejak didirikan tahun 2013. Sampai saat ini banyak orangtua murid merasakan perbedaan sejak anak-anaknya disekolahkan di Lare Alit.

Sumber: Implementasi Metode Sentra oleh M Zakaria Hanafi, MA.Pd

WhatsApp chat